Menggalang Sumber Daya = Membangun Komunitas

sympathy circle
(gambar ilustrasi oleh user Flickr ChristopherA)

Sejak adanya Wujudkan 2 tahun lalu, saya menjadi lebih sering memperhatikan bagaimana cara berbagai organisasi menggalang sumber daya (bukan sekedar dana). Ada beberapa organisasi/gerakan yang menurut saya melakukannya dengan sangat baik dan hal ini tentu menjadi pembelajaran juga bagi saya. Saat semua orang dibombardir dengan arus informasi yang deras, tentu makin sulit untuk mendapat perhatian dari publik. Bahkan mereka yang mendapat perhatian pun belum tentu berhasil menggalang sumber daya yang dibutuhkan. Simpati belum tentu menjadi solusi.

Ada beberapa hal yang saya lihat menjadi faktor penting bagi suksesnya sebuah organisasi atau gerakan menggalang sumber daya yang dibutuhkan. Yang pertama tentu adalah kreativitas dalam merancang proyeknya. Proyek yang kreatif akan menarik perhatian orang untuk mencari tahu lebih jauh tentang proyek tersebut. Membuat film dokumenter tentang keindahan alam Indonesia? Mungkin ada ribuan orang lain di Indonesia yang berpikiran sama. Tetapi apa yang dilakukan oleh para pembuat film Epic Java sangat memukau sehingga ramai dibicarakan dan sempat menjadi ‘hot thread’ di forum Kaskus. Hal ini bahkan sudah dilakukan sebelum mereka menggalang dana untuk finishing film tersebut. Walhasil mereka sudah memiliki basis penggemar atau simpatisan yang banyak. Dan para simpatisan ini benar-benar mencintai proyeknya hingga pada saat tim Epic Java menggalang dana, mereka langsung mendukung dengan dana dan hal lain.

Memiliki simpatisan, atau penggemar, atau fans, atau apalah sebutan lainnya sangat penting. Mereka menjadi sebuah komunitas, tanpa harus mengenal satu dengan yang lain. Mereka memiliki satu kesamaan: ketertarikan dan kesukaan terhadap sesuatu. Sebenarnya tidak sekedar berhenti di situ saja. Di jaman Facebook ini, begitu mudahnya orang memberi ‘jempol’ dengan mengklik tombol ‘Like’. Tetapi sekedar mengumpulkan ‘Likes’ bukan berarti komunitas sudah terbentuk.

Komunitas yang berharga adalah mereka yang mau menceritakan tentang proyek Anda kepada orang di sekitarnya. Bahkan lebih dari itu, mereka juga mengajak orang lain untuk berbuat hal yang sama. Secara naluri, manusia akan lebih mudah bersimpati kepada sesuatu yang juga disukai dan diceritakan oleh seorang kenalan. Sebuah komunitas yang kuat akan mengajak semua orang di sekitarnya untuk berbuat yang sama, sehingga menjadi sebuah gerakan bukan hanya wacana.

Salah satu contoh lagi yang saya sangat sukai adalah Sanggar Anak Akar. Mereka secara konsisten memberikan pendidikan alternatif untuk anak-anak dari berbagai komunitas urban yang mungkin tidak tersentuh pendidikan formal, atau membutuhkan lebih dari itu. Memberikan mereka sebuah alternatif sehingga tidak hidup di jalanan. Sudah 20 tahun lebih mereka secara konsisten melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini. Sepanjang waktu itulah juga mereka terus berkampanye secara gerilya dan membangun komunitas, orang-orang yang percaya akan misi mereka dan tergerak untuk membantu.

Setiap kali Sanggar Anak Akar akan membuat sebuah acara besar, tentu dibutuhkan sumber daya di luar kegiatan operasional biasa. Saat-saat inilah terlihat betapa hebatnya kekuatan komunitas mereka. Berbagai sumbangan, baik berupa tenaga, barang ataupun uang diberikan oleh komunitas ini. Sehingga beberapa kali sudah mengadakan pergelaran yang berskala cukup besar. Dan semua ini dilakukan tanpa pernah menerima dana bantuan pemerintah. Hal ini juga menjadi pembelajaran bagi lembaga-lembaga serupa yang menggantungkan kegiatannya pada dana hibah dari budget pemerintah, bahwa apabila sebuah komunitas yang percaya sudah terbentuk, segalanya menjadi mungkin.

Kedua contoh di atas mungkin kelihatan berbeda. Komunitas Sanggar Anak Akar terbentuk secara offline, karena memang kegiatan sudah dilakukan sejak jaman internet belum merakyat. Sementara Epic Java benar-benar menggalang komunitasnya secara online melalui forum Kaskus. Tetapi kita bisa mengambil pelajaran yang sama: bahwa membentuk sebuah komunitas tidak bisa dilakukan secara instan. Membentuk komunitas bukan hanya pada saat membutuhkan sumber daya, tetapi jauh sebelum itu dengan mencari orang yang peduli akan karya kita. Apabila komunitas terbentuk dengan benar, maka akan mendapatkan hubungan yang kuat bukan sekedar simpati dari orang asing. Dengan hubungan yang kuat ini, penggalangan sumber daya menjadi sangat terbantu.

Mari kita tunjukkan karya kita dan membangun hubungan dengan komunitas, mereka yang peduli dengan cerita kita.

[TERISI] LOWONGAN: Content Writer

Apakah kamu punya kemampuan untuk mengetahui berapa banya typo dan kesalahan tata bahasa di postingan ini? Langsung saja daftarkan dirimu menjadi seorang Content Writer di Wujudkan.com.

Tugas:

  1. Membuat artikel pendek mengenai proyek di Wujudkan yang akan ditayangkan di blog dan newsletter Wujudkan
  2. Membuar artikel pendek mengenai kondisi terbaru sebuah proyek yang akan ditayangkan di halaman proyek (terpilih)

Kualifikasi:

  1. Memiliki pengalaman menulis blog dan atau artikel pendek
  2. Usia 18 – 30 tahun
  3. Memiliki alat komunikasi sendiri (laptop, telepon)

Bagaimana cara melamarnya?

  1. Kirim email ke alderina@wujudkan.com
  2. Subyek: [Lamaran] Content Writer – Nama
  3. Isi email: CV, contoh tulisan dan ekspektasi gaji.

Untuk diketahui, pekerjaan ini bisa dikerjakan dari mana saja, asal bertanggung jawab dan available saat dicari.

LOWONGAN: Project Manager

Wujudkan adalah sebuah tempat untuk proyek-proyek Indonesia mengumpulkan dana (funding) dari masyarakat (crowd). Proyek bervariasi dari proyek kreatif sampai dengan proyek sosial. Kami percaya, masyarakat akan memberikan dana pada proyek yang mereka percayai akan memperbaiki kualitas hidup mereka. Posisi ini terbuka untuk kamu yang percaya dengan kekuatan CROWDFUNDING dan BERSEMANGAT untuk bekerja dengan tim yang padat.

Kualifikasi:

  • Terbiasa melakukan manajemen acara.
  • Organization and leadership skill.
  • Akuntansi dasar.
  • MSExcel, MSPowerpoint atau Keynote.
  • Siap keluar kota kapan saja.

Silakan mengirimkan CV dan portofolio ke alderina@wujudkan.com. Kamu juga bisa menyertakan kondisi bekerja yang perlu kami ketahui, seperti: punya anak sehingga harus antar jemput anak, perlu space sendiri di kantor dan lain sebagainya apabila ada. Juga apabila kamu punya akun di Wujudkan, beritahukan kepada kami.

Setelah kami membaca CV kamu, maka kita akan mengadakan sesi “tak kenal maka tak sayang”. Kami tunggu segera kiriman kamu. Can’t wait to meet you!

—-

Wujudkan is a crowdfunding platform for Indonesian projects. Projects varied from creative projects to social projects. We believe crowd will fund projects that will improve their life quality. This position is open for you who believe in the power of CEOWDFUNDING and EXCITED to work with our lean team.

Qualification:

  • Event management.
  • Organization and leadership skill.
  • Basic accounting.
  • MSExcel, MSPowerpoint atau Keynote.

Please send your CV and or portfolio to alderina@wujudkan.com. Do let us know your working arrangement such as only working from home, need office space, need to sing every 2 hours in the toilet, or anything (if any). Also if you have a Wujudkan account, please let us know.

After we review your application, we will arrange a “tak kenal maka tak sayang” session. Feel free to spread the word!

The Crowd Had to Come Before The Funding

Amanda “Mandy” Marahimin, founder and CEO of Wujudkan.com, said that just like the term’s juxtaposition: The “crowd” had to come before the “funding”

- The Jakarta Post: “Alternative source of funding from a crowd” on Sunday, December 1st, 2013.

Do’s and Don’t’s Penulisan Proyek di Wujudkan.com

Semua orang mungkin pernah atau bahkan sering menulis proposal. Menulis proposal proyek untuk berkampanye di Wujudkan tidak berbeda dengan proposal pada umumnya. Malahan lebih mudah karena di Wujudkan sudah tersedia formulirnya; pemilik proyek tinggal mengisi dan mengirimkannya. Jadi di sini akan dibahas panduan do’s and don’t’s dalam menulis proposal proyek di Wujudkan.

Do’s

Baca kembali proposal kamu setelah mengisi formulir di Wujudkan dan cobalah menanyakan 5W+1H (who, what, why, when, where, dan how) dari proposal yang kamu tulis. Jika ada salah satu elemen 5W+1H yang tidak terjawab, berarti proposal kamu belum lengkap.

Minta bantuan orang lain untuk membaca proposal yang kamu tulis. Bahkan lebih baik lagi jika orang lain tersebut juga belum tahu tentang proyek kamu.  Jika dalam sekali baca mereka sudah mengerti, artinya proposal kamu lulus tes pertama!

Perhatikan ekspresi orang lain yang kamu mintai tolong ketika mereka membaca proposal kamu. Kalau mereka mengernyitkan dahi, artinya ada konten yang kurang dapat langsung dimengerti. Segera tanyakan soal hal ini ketika mereka selesai membaca: di mana bagian yang mereka kurang mengerti dan apa pendapat mereka agar bagian tersebut bisa lebih baik.

Menceritakan siapa kamu sebagai pemilik proyek dan peran kamu dalam pelaksanaan proyek. Dengan bercerita atau format naratif, pembaca akan mengenal kamu secara lebih personal sehingga mereka merasa lebih dekat dan percaya dengan kamu. Orang akan lebih mudah memberikan donasinya kepada orang yang mereka kenal dan percaya kan?

Transparan dalam menginformasikan kebutuhan dana dan rencana penggunaan dana. Dengan begini, pembaca bisa menilai apakah proyek kamu masuk akal atau tidak.

Memberikan reward yang sifatnya personal. Misalnya membuatkan personal thank you video yang diunggah di youtube atau hasil kerajinan tangan yang bertuliskan nama donatur dan kerajinan ini dikirimkan langsung ke alamat domisili donatur.

Don’t’s

Langsung mengirimkan proposal setelah mengisi formulir yang tersedia di website Wujudkan. Hal ini sangat tidak disarankan karena seringkali yang terjadi adalah konten/informasi proyek tidak lengkap.

Me-review sendiri proposal proyek sebelum dikirimkan ke Wujudkan. Seringkali kita menjadi tidak obyektif terhadap tulisan kita sendiri dan tidak bisa mengidentifikasi kekurangannya, apalagi kalau sudah berulang kali merevisinya.

Tidak memperhatikan ekspresi orang lain yang kamu mintai tolong ketika mereka membaca proposal proyek dan langsung percaya dengan  komentar mereka. Karena ada kalanya orang lain merasa malu untuk mengatakan mereka tidak mengerti atau merasa sungkan mengkritik orang lain.

Menyebutkan CV kamu sebagai informasi profil pemilik proyek. Informasi tempat & tanggal lahir, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan dan organisasional serta hobi dalam bentuk pointers seringkali menjadi informasi sekunder yang dibutuhkan pembaca dan tidak enak dibaca – meskipun informasi tersebut tetap penting. Tapi yang lebih penting lagi adalah informasi mengapa kamu orang yang tepat untuk menjalankan proyek tersebut dan apakah kamu dapat dipercaya.

Menyebutkan angka target dana yang bombastis atau terlalu minimalis. Pembaca akan bisa mengukur apakah proyek ini masuk akal dan apakah kamu sebagai pemilik proyek tau apa yang sedang kamu rencanakan.

Memberikan reward yang tidak dapat dinikmati donatur. Misalnya berupa akses untuk menikmati hasil proyek tetapi tidak dibiayai transport dan akomodasinya. Reward seperti ini akan membuat pembaca yang berdomisili jauh dari lokasi proyek enggan memberikan dukungannya.

Kalau kamu sudah lakukan semua do’s di atas, segera kirimkan proposal proyek kamu dan mari me-Wujudkan-nya bersama!

Kamu bisa kirim proposalmu lewat link: Start A Project.

MAGANG: Social Media Officer

Wujudkan membutuhkan Social Media Officer magang yang dapat bekerja dari mana saja selama dapat terkoneksi dengan internet. Namun akan ada acara yang perlu diliput secara langsung.

Tanggung Jawab:

  1. Membuat draft tulisan untuk update Facebook dan Twitter Wujudkan
  2. Membuat draft tulisan untuk blog Wujudkan
  3. Berkoordinasi dengan Community Manager untuk tulisan
  4. Merespon pertanyaan di social media Wujudkan dengan koordinasi terlebih dahulu dengan Community Manager
  5. Hadir dalam kegiatan Wujudkan untuk melakukan peliputan langsung (dapat dibicarakan)
  6. Mengisi form Social Media Report yang sudah disediakan

Posisi ini dibuka untuk siapa saja dengan usia di atas 17 tahun.

Bagi kamu yang tertarik dapat mengirimkan cv ke alderina@wujudkan.com dengan subyek “MAGANG: Social Media Officer [Nama]“

Kami tunggu!