ARTIKEL

Asu Gancet: Komposisi Kenangan, Cinta, dan Ketidakberdayaan

Pada Perayaan Bulan Film Nasional yang diadakan di Wujudkan.com selama bulan Maret yang lalu, kami menerima beberapa kreasi film. Salah satunya adalah kreasi film berjudul “Asu Gancet”.

“Asu Gancet” adalah sebuah film dokumenter berdurasi 60 menit, yang memotret kenangan, cinta, dan ketidakberdayaan akibat perubahan iklim. Film ini dikisahkan dari kacamata tiga nenek kakak beradik yang selalu membuat komposisi musik lesung untuk menandai masa menjelang tanam, masa menjelang panen, dan masa perayaan panen. Judul “Asu Gancet” sendiri diambil dari judul komposisi musik yang dimainkan dengan lesung.

Film dokumenter berdurasi 60 menit ini dibuat oleh Tonny Trimarsanto. Yuk, kenal lebih dekat dengan Tonny Trimarsanto.

Tonny Trimarsanto adalah seorang pembuat film dokumenter yang tidak banyak bicara, tapi darinya telah lahir 38 karya yang mendapatkan berbagai penghargaan dari festival-festival film internasional. Beberapa karyanya adalah “Gerabah Plastik” (2002) – memenangkan penghargaan sebagai Film Terbaik pada Indonesian Doc Film Festival, “The Dream Land” (2003) – memenangkan penghargaan sebagai New Asia Current Special pada Yamagata Int Film Festival Japan dan Excellence Award pada Earth Vision Tokyo International Film Festival, dan “Serambi” (2006) – masuk menjadi film peserta kompetisi pada 59th Cannes Film Festival 2006 (Un Certain Regard).

Tonny bukan tokoh baru di dunia film dokumenter Indonesia. Tinggal di Klaten, DI Yogyakarta, Tonny senang mengangkat kisah-kisah di sekitarnya. Pada tahun 2011, ide Tonny untuk membuat film tentang privatisasi air terwujud dalam film “Mandor Banyu” (It’s a Beautiful Day) yang berlokasi di Desa Kotakan, Sukoharjo. Dan pada tahun berikutnya, Tonny yang diminta oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim, kembali ke Desa Kotakan untuk membuat sebuah karya dokumenter berjudul “Bumiku” yang mengangkat topik perubahan iklim dan ditargetkan untuk anak-anak. Film “Bumiku” inilah yang mempertemukan Tonny dengan tiga nenek pemain musik lesung, yang kemudian menggugah Tonny untuk membuat film “Asu Gancet”

Nah, jangan sampai kamu tertinggal jadi bagian dari karya keren mas Tonny selanjutnya! Sumbang Kreasi Film Asu Gancet di Wujudkan.com.

Kategori